“Cium dulu baunya. Kalau lebih menyengat dari biasanya, hati-hati, itu tandanya campuran,” jelas Ambon sambil menunjukkan contoh bensin yang ia dapatkan saat memperbaiki salah satu kendaraan yang brebet.
“Terus, kalau ditaruh di lantai, bensin palsu itu lebih lama kering karena kayak ada campuran minyaknya,” sambungnya.
Menurutnya, bensin yang tercampur akan berbau kadaluarsa jika dibiarkan beberapa bulan.
“Coba aja simpan enam bulan, baunya pasti berubah, kayak gitu baunya,” katanya.
Selain dari bahan bakar, Ambon juga menyebut faktor sistem pengapian dan aliran udara bisa mempengaruhi performa mesin.
Namun, efek Pertalite ini lebih terasa pada motor injeksi ketimbang motor karburator.
“Kalau karbu, lubangnya lebih besar, jadi masih bisa hidup walau ada campuran air. Tapi injeksi lubangnya kecil, makanya gampang tersumbat dan bikin brebet,” terangnya.
Ambon menambahkan, keluhan seperti ini tidak hanya terjadi di bengkelnya.
“Bukan cuma di sini, bengkel lain juga banyak yang ngalamin hal sama. Banyak pelanggan ngeluh gara-gara Pertalite,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







