WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Sebanyak 232 atlet pencak silat dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan memulai pertarungan lebih awal dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalsel 2025.

Kompetisi ini dibuka secara resmi di Gedung Paraduta Kodim 1009/Pelaihari, Senin (27/10/2025).

Ajang yang menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) pertama yang dipertandingkan ini dibuka langsung oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan, Ir. H. Supri Muyono.

Dalam sambutannya, Supri Muyono mengungkapkan rasa syukurnya karena cabor pencak silat dapat mengawali rangkaian pertandingan PORPROV tahun ini.

Ia menilai ini sebagai momentum untuk membangkitkan semangat juang para atlet.
“Alhamdulillah, kita bisa memulai lebih awal. Ini menjadi kebanggaan dan semangat bagi kita semua.

Mudah-mudahan dari ajang ini lahir atlet-atlet pencak silat yang berkualitas dan membanggakan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan, termasuk tim teknik seperti Bapak Toni yang selama dua bulan intens berkoordinasi, serta Bapak Sugiarto selaku pengawas dan pendamping teknis.

Penghargaan turut disampaikannya kepada wasit, juri, panitia, pelatih, dan official dari seluruh kontingen.

Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan kejujuran dalam setiap pertandingan.

“Yang menang jangan jumawa, yang kalah harus berjiwa besar. Kekalahan adalah kesuksesan yang tertunda, sementara kemenangan adalah amanah untuk terus berlatih dan mempertahankan prestasi,” pesannya.

BACA JUGA: Jembatan Barito Akan Ditutup Mulai 31 Oktober 2025

Pertandingan cabor pencak silat ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (27–31 Oktober 2025).

Ke-232 atlet yang berpartisipasi datang dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, termasuk kontingen tuan rumah Tanah Laut yang menurunkan 27 atlet.

Supri berharap ajang ini dapat menjadi sarana seleksi untuk menjaring pesilat-pesilat terbaik yang akan mewakili Kalimantan Selatan di tingkat yang lebih tinggi.

“Kita berharap dari penyelenggaraan yang terbuka, jujur, dan berkualitas ini lahir atlet yang benar-benar terbaik untuk Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu