WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Suhu panas ekstrem terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak beberapa hari ini, termasuk juga di Kalimantan Tengah.

Sejumlah warga Kalimantan Tengah mengeluhkan kondisi ini.

Mengutip unggahan Instagram @folkkalteng, Minggu (16/10/2025), cuaca di Kalimantan Tengah beberapa hari belakangan ini antara 29-31 derajat Celcius, sehingga cuaca terasa lebih panas dari biasanya.

Warga menyebut cuacanya gerah sekali bagaikan berada di kawah gunung berapi.

Berikut ini sejumlah komentar keluhan warga Kalimantan Tengah yang kepanasan akibat cuaca ekstrem tersebut:

"mana ada 30c rasa nengkaya 200c," ujar luv***.

"hidupin kipas serasa di sembur naga," ujar her***.

"Rasa di panggang 🔥🔥🔥 tambahan pulang pohon pohon ditabangi. Sagin nya panas apalagi di aspalan," komentar byz***.

"Dasar yg menyala bujur siang tadi, sampai hndk sakit pala ak saking panasnya 😂😂. Dibawain bajalanan pulang,kda sanggup unda," sebut rh_***.

Kata BMKG

Mengenai fenomena cuaca panas ekstrem ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebut suhu di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini mencapai nilai maksimum 37,6° Celcius.

Kondisi ini terjadi di Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Papua.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia yang membawa udara kering dan hangat.

Kondisi ini membuat pembentukan awan berkurang sehingga radiasi matahari mencapai permukaan secara maksimal.

Potensi cuaca panas ini masih bisa berlanjut hingga akhir Oktober nanti.

BACA JUGA: Israel Berkhianat! Lepas Tembakan ke Gaza Saat Gencatan Senjata, 6 Warga Palestina Tewas

Mengutip Instagram BMKG, Minggu (16/10/2025), Bidang Deputi Meteorologi, Guswanto, menyebut penyebab utama panas ini adalah gerak semu matahari yang pada Oktober ini berada di selatan ekuator.

"Selain itu, pengaruh Monsun Australia membawa massa udara kering dan hangat yang membuat pembentukan awan minim dan radiasi matahari lebih kuat mencapai permukaan bumi," jelasnya.

Akibatnya, cuaca di wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Papua menjadi lebih panas karena menerima paparan sinar matahari lebih banyak.