WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Dugaan kecurangan terjadi di lomba cerdas cermat MTQMN 2025 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, tersebar viral pada Sabtu (11/10).

Vdeo yang diunggah akun lambe_turah itu terdengar penguji baru mengucapkan kata 'ahli waris'.

Kemudian grup D seketika menekan tombol dan menjawab, 'Rp 36 juta'.

Baca Juga Dugaan Video Kecurangan MTQMN 2025 di ULM Banjarmasin Viral, Baru Satu Kata Sudah Dijawab

Penguji kemudian meneruskan pertanyaan yang mempertanyakan berapa bagian paman dari total harta peninggalan.

Dan tak disangka, jawaban Rp 36 juta adalah jawaban yang benar. Grup D mendapatkan skor 100.

"Kok aneh, di lomba MTQMN 2025 ada regu tim bisa jawab pertanyaan yang baru diucap 1 kata" tulisnya dalam keterangan video dikutip pada Jumat (10/10/2025).

Video tersebut mendapat banyak reaksi warganet, bahkan dari salah satu pembina peserta MTQ.

Akun instagram ust_ali_zain menyebutkan bank soal dari cabang Fahmil dalam video lomba MTQMN 2025 sudah tersebar.

Diduga peserta sudah menghapal soal yang diberikan oleh penguji, yang akhirnya menjawab secara acak 'hapalan' soal

"Assalamualaikum Wrwb, Netizen yang terhormat: Saya bukan bagian dari siapapun di dalam vidio tersebut, akan tetapi saya adalah pembina di salah satu Universitas dalam dunia MTQ, namun bukan bidang Fahmil, Nah di vidio singkat tersebut adalah potongan dari Cabang Fahmil.

Begini, dalam Cabang Fahmil itu, bank soal sudah banyak beredar, jumlahnya ribuan soal,
menyangkut dengan redaksi kalimatnya pun ada yang sama ada yg berubah. Kebanyakan
para peserta cabang fahmil memang sudah menghafal tipologi soal dan kata kuncinya,

Nah contoh di vidio adalah soal waris, dalam soal waris yang diawali kalimat tersebut
kemungkinan sudah dihafal dan dipelajari oleh yang bersangkutan. Jadi peserta tersebut gambling karena soal berebut. Kalau salah juga pasti dikurangi point. Sekali lagi Bank
soalnya sudah ada, begitulah kira2."

?igsh=a2J1bno1ZndhMDNk">LINK UNGGAHAN AKUN LAMBE TURAH

Akun tersebut juga menduga dugaan kebocoran soal dilakukan demi prestasi kampus di ajang MTQMN 2025.