SIAP-SIAP KERINGATAN! Suhu Hangat & Kelembapan Tinggi Landa Kalsel, Waspada Bahayanya Bagi Kesehatan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN — Warga Kalimantan Selatan bisa bernapas lega! Berdasarkan data resmi BMKG, prakiraan cuaca untuk Jumat, 10 Oktober 2025, menunjukkan sebagian besar wilayah di Bumi Lambung Mangkurat akan diselimuti cuaca cerah hingga cerah berawan, tanpa potensi hujan lebat.
Suhu udara rata-rata berada di kisaran 22–33 °C, dengan kelembapan tinggi antara 60–99% — kondisi khas awal Oktober yang membuat siang terasa hangat dan malam cukup lembap.
Rincian Cuaca per Kabupaten/Kota:
Banjarmasin: Cerah berawan, 23–32 °C, kelembapan 53–93%
Banjarbaru: Cerah berawan, 23–32 °C, kelembapan 53–93%
Kabupaten Banjar: Cerah berawan, 23–32 °C, kelembapan 53–93%
Barito Kuala: Berawan, 23–33 °C, kelembapan 51–96%
Tapin: Cerah, 23–33 °C, kelembapan 51–93%
Hulu Sungai Selatan: Cerah berawan, 22–33 °C, kelembapan 51–96%
Hulu Sungai Tengah: Cerah, 21–31 °C, kelembapan 58–94%
Hulu Sungai Utara: Cerah berawan, 22–33 °C, kelembapan 51–97%
Tabalong: Berawan, 22–32 °C, kelembapan 52–97%
Balangan: Cerah, 22–33 °C, kelembapan 52–92%
Tanah Laut: Berawan, 23–30 °C, kelembapan 66–92%
Tanah Bumbu: Cerah, 22–30 °C, kelembapan 66–97%
Kotabaru: Berawan, 23–31 °C, kelembapan 65–97%
Catatan dari BMKG
Tidak ada potensi hujan lebat terpantau.
Suhu hangat dan bersahabat untuk aktivitas luar ruangan.
Bahaya Kelembapan Tinggi
Kelembapan tinggi berbahaya karena menghambat pendinginan tubuh, menyebabkan kelelahan akibat panas, kram otot, dan serangan panas; memperparah penyakit pernapasan seperti asma dan alergi karena mendorong pertumbuhan jamur, tungau debu, dan alergen lain; serta dapat memicu masalah kardiovaskular, seperti peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Selain itu, dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan kesulitan konsentrasi, serta masalah kulit seperti eksim.
Dampak pada Tubuh dan Kesehatan Fisik
Masalah Terkait Panas (Hipertermia):
- Kelembapan tinggi menghambat penguapan keringat, yaitu mekanisme utama tubuh untuk mendinginkan diri. Akibatnya, tubuh menjadi kepanasan (hipertermia), yang dapat menyebabkan:
Dehidrasi: Kehilangan cairan tubuh.
Kelelahan karena Panas (Heat Exhaustion): Kelelahan ekstrem akibat tubuh terlalu panas.
Serangan Panas (Heat Stroke): Kondisi darurat medis di mana tubuh kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri, yang dapat berakibat fatal.
Kram Otot: Kontraksi otot yang menyakitkan akibat kehilangan elektrolit, seperti natrium, melalui keringat.