“Yang punya dapur hanya menyiapkan memfasilitasi keberadaan dapur mereka tidak ikut mengelola. Yang mengelola adalah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diangkat menjadi kepala SPPG dan bekerjasama dengan Sarjana Gizi, kemudian koki yang juga sudah bersertifikat. Pemilik dapur hanya menyewakan sarana dan prasarana untuk proses MBG,” katanya.
Di sisi lain, Irwan Bora mengatakan juga bahwa sarana maupun prasarana dari dapur MBG Tungkaran sudah memenuhi standar.
“Dapur sudah standar. Peralatan higienis dan sesuai SOP dari Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.
Irwan Bora pun enggan untuk menyalahkan dapur MBG, karena menurutnya kejadian ini adalah sebuah musibah.
“Kita tidak mencari siapa yang salah dan benar. Ini sebuah musibah. Kita berpikir positif thinking saja. Dan harus dievaluasi dan dibenahi bersama, apalagi ini merupakan program prioritas Presiden jadi harus kita dukung. Kita berharap kejadian ini yang pertama dan terakhir di Kalsel,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Tim)
Editor: Andi Akbar







