WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari industri alas kaki nasional. PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Merek legendaris yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama puluhan tahun ini resmi menghentikan kegiatan usahanya di sektor industri alas kaki untuk kebutuhan sehari-hari.

Keputusan besar ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 25 September 2025. Dalam risalah resmi rapat tersebut disebutkan, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang secara resmi menghapus kegiatan usaha industri alas kaki.

“Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis ringkasan risalah RUPSLB yang dikutip Kamis (9/10/2025).

Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya era panjang produksi sepatu Bata di Indonesia, yang sejak tahun 1931 dikenal sebagai pelopor sepatu berkualitas terjangkau.

Terpuruk di Tengah Persaingan

Dari laporan keuangan semester I 2025, Bata mencatat rugi bersih sebesar Rp40,62 miliar, meskipun jumlah tersebut menurun dari rugi Rp127,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, penjualan bersih juga anjlok tajam hingga 38,74%, dari Rp260,29 miliar menjadi Rp159,43 miliar. Angka ini mencerminkan tantangan berat yang dihadapi perusahaan di tengah persaingan merek global, pergeseran tren belanja daring, dan melemahnya daya beli konsumen.

Dalam risalah RUPSLB, manajemen juga menyatakan akan menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan, sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.

Belum ada keterangan resmi apakah Bata akan beralih fokus ke distribusi, lisensi merek, atau e-commerce. Namun, penghapusan kegiatan industri alas kaki dipandang sebagai tanda transformasi besar di tubuh perusahaan.

Bata yang selama ini dikenal dengan slogannya “Bata — Sepatu Untuk Semua” telah melekat dalam kenangan masyarakat Indonesia lintas generasi. Dari sepatu sekolah hingga sandal kasual, produk Bata menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil banyak orang.

Kini, dengan keputusan menghentikan produksi lokal, Indonesia resmi kehilangan salah satu ikon industri alas kaki tertuanya.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad