WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Dunia sepak bola Malaysia tengah diguncang krisis besar setelah FIFA menjatuhkan sanksi terkait kasus naturalisasi ilegal tujuh pemain. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga menghadapi kekosongan kursi presiden setelah mundurnya Joehari Ayub pada Agustus 2025.
FIFA menemukan adanya pemalsuan dokumen asal-usul tujuh pemain yang diklaim memiliki kakek-nenek asal Malaysia, padahal hasil investigasi menunjukkan sebaliknya. Akibatnya, para pemain tersebut dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan, dan FAM didenda berat.
Situasi semakin rumit karena belum ada kepemimpinan tetap di tubuh FAM. Jabatan presiden sementara kini dipegang oleh Wira Mohd Yusoff, sementara pemilihan presiden baru direncanakan pada awal 2026.
Eks pejabat FAM, Christopher Raj, mendesak pembenahan internal segera. “Kekosongan kepemimpinan mengancam kredibilitas asosiasi. Harus segera dibentuk satuan tugas independen untuk menyelidiki akar skandal ini,” ujarnya kepada Scoop.
Dengan reputasi yang tengah jatuh dan integritas yang dipertanyakan, masa depan sepak bola Malaysia kini bergantung pada langkah cepat federasi dalam memperbaiki sistem dan memilih pemimpin baru. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

