Kram Parah Paksa Jannik Sinner Mundur dari Shanghai Masters, Upaya Pertahankan Gelar Gagal
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perjuangan petenis peringkat dua dunia Jannik Sinner untuk mempertahankan gelarnya di Shanghai Masters 2025 berakhir tragis. Sinner terpaksa mundur di set penentuan babak ketiga melawan Tallon Griekspoor setelah mengalami kram parah di paha kanan, Senin (6/10).
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Griekspoor unggul saat Sinner memutuskan berhenti di skor 6-7(3), 7-5, 3-2, di tengah kondisi cuaca Shanghai yang sangat lembap. Sinner sempat mencoba bertahan, namun kondisinya terus memburuk hingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan laga.
“Ini jelas bukan cara yang Anda inginkan untuk menang,” ujar Griekspoor usai pertandingan, seperti dikutip dari ATP. “Kondisi di Shanghai benar-benar brutal sepanjang pekan ini. Kami sedikit beruntung bisa bermain di malam hari tanpa terik matahari.”
Tanda-tanda kelelahan Sinner mulai terlihat sejak akhir set kedua. Ia bahkan sempat mengalungkan handuk es di lehernya sebelum set penentuan dimulai. Pada set ketiga, Sinner terlihat tertatih-tatih dan kerap memijat pahanya di sela-sela poin. Saat pergantian set pada kedudukan 2-1, ia tidak duduk, melainkan mengangkat kakinya di atas bangku untuk mencegah kram semakin parah.
“Saya turut prihatin. Saya mendoakan agar ia cepat pulih,” tambah Griekspoor.
Meski terhenti secara menyakitkan, Sinner tetap menunjukkan semangat juang tinggi. Ia sempat unggul 3-4, 0/40 saat Griekspoor melakukan servis di set kedua, namun petenis Belanda itu mampu bangkit dan merebut set tersebut sebelum akhirnya pertandingan tak bisa dilanjutkan.
“Set pertama berjalan sangat ketat. Kami berdua sangat dominan dalam servis gim. Ia memainkan tie-break dengan luar biasa. Saya sedikit beruntung saat tertinggal 0/40 di set kedua dan bisa keluar dari tekanan,” kata Griekspoor, petenis peringkat 31 dunia.
Kemenangan ini menjadikan Griekspoor sebagai pemenang Belanda pertama yang melangkah ke babak keempat Shanghai Masters. Ia selanjutnya akan menghadapi Valentin Vacherot, yang juga melaju setelah lawannya mundur karena cedera.