WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Wanda Hamidah menjadi salah satu perwakilan delegasi Indonesia di gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) bersama ratusan lainnya dari berbagai negara berlayar menembus blokade Israel di laut Mediterania menuju Gaza.

Ia kemenceritakan perjuangan misi Global Sumud Flotilla itu, bahkan pasrah bila ditangkap pasukan Israel saat menembus blokade Gaza.

Wanda dan relawan Aqsa Working Group (AWG), Muhammad Fatur Rohman adalah dua dari puluhan WNI yang bergabung dalam misi kemanusiaan untuk Gaza tersebut.

Keduanya baru mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/10/2025) malam.

“Kami berharap kami bisa menurunkan bantuan kemanusiaan dengan segala risikonya walau harus ditangkap, walau harus dideportasi, walau harus ditahan di dalam penjara Israel,” kata Wanda, dikutip dari aneka sumber, Selasa (7/10/2025).

Ia berangkat bersama rombongan Indonesian Global Palestine Coalition (IGPC), sedangkan Fathur dengan AWG.

Mereka bertemu di Pelabuhan Sidi Bou Said, pantai utara Tunisia.

Dalam perjalanannya dari Tunisia, Fatur awalnya ditempatkan di kapal Observer, tetapi kemudian dipindahkan ke kapal Kamr, sebuah kapal layar kecil berisi 6 orang dari Indonesia, Mauritania, Aljazair, dan Tunisia.

Sementara itu, kapal Kaiser yang ditumpangi Wanda, Observer, dan Nusantara mengalami kerusakan saat tiba di Italia.

BACA JUGA: Waspada Banjir Rob di Pesisir Kalsel Mulai Hari ini

Terdampar dua pekan di pelabuhan Sisilia, Italia, delegasi Indonesia berharap bisa menumpang kapal konvoi Global Sumud Flotilla untuk menuju Gaza menembus blokade Israel.

Namun, mereka akhirnya harus menerima kenyataan karena tak ada lagi kapal menuju Gaza, sehingga delegasi Indonesia dan negara lain memutuskan pulang. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu