WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Direktur Program ICT Watch, Prasasti Dewi, menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang kini makin marak digunakan, terutama di dunia pendidikan dan juga Jurnalistik.
Hal ini disampaikannya disela acara Literasi Digital bertema Pemanfaatan AI dan Etika Jurnalistik, yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kalimantan Selatan, Sabtu (23/9/2025).
Ia mengingatkan AI harus digunakan dengan bijak, diiringi pembekalan etika dan pemahaman yang benar agar manfaat teknologi AI dapat dirasakan tanpa menimbulkan dampak negatif.
“Kita tidak bisa menolak kemajuan teknologi, namun pemerintah melalui kementerian terkait telah mengeluarkan regulasi yang mengatur penggunaan AI. Tantangan kita bukan melarang anak-anak menggunakan AI, tetapi membekali mereka sejak awal tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” ujarnya kepada awak media.
Prasasti menekankan pentingnya pembekalan bagi guru dan siswa agar dapat memanfaatkan AI secara bijak. Menurutnya, ada jenis pertanyaan yang AI tidak bisa jawab, terutama yang membutuhkan eksperimen langsung.
“Oleh sebab itu, siswa perlu didorong untuk belajar secara aktif dan tidak hanya bergantung pada teknologi,” tandasnya.
Prasasti juga mengingatkan agar anak-anak dikenalkan terlebih dahulu pada pemahaman diri dan tujuan sebagai manusia sebelum diperkenalkan pada teknologi.
“Guna menghindari risiko eksplorasi berlebihan yang berpotensi membahayakan, seperti potensi anak-anak terjebak dalam kecanduan teknologi atau bahkan menjadi korban pelecehan di dunia maya,” sambungnya.

