WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perjalanan Chico Aura Dwi Wardoyo dalam dunia bulu tangkis ibarat roller coaster. Setelah sempat tersisih dari Pelatnas PBSI dan mengalami penurunan performa, tunggal putra berusia 26 tahun itu kini kembali bersinar dengan merebut gelar Indonesia Masters 2025 di Pekanbaru.

Kemenangan atas unggulan kedua asal Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin, dengan skor 13-21, 21-9, 21-17, menjadi titik balik penting dalam karier Chico. Gelar ini sekaligus memutus paceklik trofi sejak ia terakhir kali naik podium juara di Taipei Open 2023.

Setelah Taipei, prestasi Chico merosot tajam. Pencapaian terbaiknya hanya menembus semifinal French Open 2024, selebihnya ia kerap terhenti di babak-babak awal. Situasi kian sulit setelah ia keluar dari Pelatnas PBSI, di mana banyak pihak meragukan konsistensi permainannya.

Namun, di balik masa sulit itu, Chico justru menempa diri dengan pengalaman baru. Bermain tanpa status penghuni pelatnas membuatnya harus berjuang lebih keras, baik dalam menjaga kondisi fisik maupun mengatur persiapan turnamen. “Saya mau coba enjoy di setiap pertandingan tanpa beban dan tekanan,” ujarnya usai final.

Kebangkitan Chico di Pekanbaru menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras bisa membawa hasil. Ia membuktikan dirinya masih layak diperhitungkan di level internasional, sekaligus memberi warna baru dalam sektor tunggal putra Indonesia yang selama ini didominasi oleh Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Kini, Chico akan menghadapi tantangan baru di Korea Open 2025 yang berlangsung 23–28 September. Meski harus memulai dari babak kualifikasi melawan wakil Inggris, Wang Yue Hang, momentum juara Indonesia Masters bisa menjadi modal besar untuk terus meroket. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar