WARTABANJAR.COM – Ucapan mengejutkan datang dari anggota DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, yang dengan santai menyebut dirinya ingin “merampok uang negara”. Pernyataan itu sontak viral di media sosial dan langsung menuai gelombang kecaman dari masyarakat.

Permintaan Maaf Tak Redam Kekecewaan

Video pernyataan kontroversial Wahyudin sudah beredar luas dan jadi sorotan publik. Gelombang kritik makin deras hingga akhirnya ia menyampaikan permintaan maaf lewat unggahan Instagram. Namun, langkah itu dianggap tidak cukup.

Banyak warganet menilai permintaan maaf hanya formalitas, tanpa ada niat sungguh-sungguh untuk bertanggung jawab. Publik mendesak agar Wahyudin memberikan klarifikasi terbuka, bahkan tidak sedikit yang menuntut agar ia mundur dari kursi DPRD.

Salah satu yang angkat bicara adalah Ferry Irwandi. Ia menegaskan bahwa kalimat tersebut sama sekali tidak pantas diucapkan seorang wakil rakyat, apalagi di tengah kondisi bangsa yang masih berjuang menghadapi berbagai kesulitan.

“Ucapan seperti itu jelas melukai kepercayaan publik. Anggota dewan seharusnya memberi teladan, bukan justru memperkuat stigma negatif bahwa pejabat hanya bisa merampok,” tegas Ferry.

Desakan Mundur Kian Nyaring

Ferry Irwandi termasuk pihak yang mendesak agar Wahyudin segera mundur demi menjaga marwah lembaga legislatif. Namun, keputusan akhir terkait posisi Wahyudin akan ditentukan melalui mekanisme internal DPRD, kode etik, serta pertimbangan partai politik yang menaunginya.

Rasa marah netizen meluap di kolom komentar. Banyak yang menilai ucapan itu menunjukkan wajah asli sebagian pejabat. Berikut beberapa komentar warganet yang viral:

“Bukannya jadi dipecat??”

“Penjara!”

“Selidiki hartanya, mungkin itu duit negara 😂”

“PDI-P meresahkan.”

“Kata maaf juga nggak cukup. Harusnya mundur atau dipecat!”

“Watak DPR kan semuanya begini, makanya rakyat pengin bubarin DPR.”

“Nggak heran lagi deh.”

“PECAT!”

“Ntar paling ujung-ujungnya klarifikasi doang 😂😂”

Ucapan Wahyudin Moridu soal “merampok uang negara” bukan hanya sekadar salah ucap, melainkan sudah merusak citra wakil rakyat di mata publik. Permintaan maaf dianggap tak cukup, dan desakan agar dirinya mundur kian deras.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad