BPJN Kalsel Jelaskan Penyebab Kerusakan Oprit Jembatan Margasari dan Rencana Perbaikannya

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Video viral di TikTok yang menyoroti kerusakan oprit jembatan dan jalan di ruas Marabahan – Margasari menuai perhatian publik.

Dalam video itu, warga menuding pemerintah provinsi melakukan pembiaran, namun klarifikasi datang dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan yang menyebut kondisi tersebut memang sudah lama menjadi perhatian dan masih dalam proses penanganan.

BPJN Kalsel mencatat setidaknya ada empat jembatan yang mengalami kerusakan oprit di ruas Marabahan – Margasari yaitu Underpass Bima Talenta (Kabupaten Barito Kuala) yang dibangun melalui CSR perusahaan batubara tahun 2018, Underpass BMB (Kabupaten Tapin) yang dibangun lewat CSR perusahaan batubara tahun 2018, Underpass Datuk Muning (Kabupaten Tapin) juga didanai CSR perusahaan batubara tahun 2018, dan Jembatan Sungai Pelukan Besar (Kabupaten Tapin) yang dibangun menggunakan APBN TA 2017.

Menurut Widya Kusumo, S.T., PPK 2.2 PJN II Provinsi Kalsel, permasalahan utama adalah penurunan timbunan oprit akibat kondisi tanah dasarnya lunak atau gambut.

Fenomena penurunan bahkan sudah terjadi sejak tahap pelaksanaan pembangunan.

“Tidak lama setelah Provisional Hand Over (PHO), oprit kembali mengalami penurunan dan sempat diperbaiki, namun setelah overlay aspal, penurunan kembali terjadi,” terang BPJN Kalsel dalam keterangan resminya, Kamis (18/9/2025).

Untuk meminimalisasi dampak perbedaan tinggi oprit dengan badan jalan, BPJN Kalsel telah melakukan sejumlah langkah darurat, di antaranya adalah pemasangan rambu peringatan bagi pengguna jalan, patching atau penambalan aspal di titik yang rusak, holding untuk mengurangi beda tinggi pada oprit.

Baca Juga :   Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan melalui Gerakan Tanam Cabai-Bawang di Kabupaten Banjar

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca