Berbeda dengan pendahulunya, Sushila menegaskan tak akan terjebak dalam perebutan kekuasaan. Ia hanya akan menjabat maksimal enam bulan, sebelum menyerahkan mandat ke parlemen baru.
Ia juga berjanji mengusut tuntas aksi unjuk rasa berdarah yang terjadi sebelumnya. Pemerintah akan menyelidiki kerusakan properti, memberi kompensasi berupa pinjaman lunak, sekaligus menindak tegas pelaku vandalisme.
Sushila membawa janji besar: membersihkan birokrasi dari korupsi, membuka lapangan kerja bagi pemuda, dan merajut kembali kepercayaan rakyat. Dengan latar belakang hukum dan citra bersih, ia dipercaya bisa membawa Nepal ke arah perubahan.
Kini mata dunia tertuju pada Nepal—bagaimana sebuah negara kecil di Himalaya berani memulai demokrasi digital lewat tangan Gen Z.(Wartabanjar.com/@RONBupdates/@Naija_PR)
editor: nur muhammad

