Stephen Curry dan LeBron James Hidupkan Lagi Magnet NBA di China

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tur bintang NBA di China pada September 2025 kembali menjadi perhatian besar. Bukan sekadar acara promosi, tetapi juga tanda kebangkitan hubungan basket lintas negara setelah meredup akibat pandemi dan ketegangan politik.

Kunjungan Stephen Curry dan LeBron James menjadi sorotan utama karena menghadirkan kembali tradisi lama para bintang NBA berkeliling China. Curry bersama Under Armour menggelar acara di Chongqing dengan sambutan spektakuler, ditutup pertunjukan drone membentuk simbol “Night Night”. LeBron James tampil di Chengdu bersama Nike dengan daya tarik tak kalah besar.

Nilai bisnis dari tur ini sangat tinggi. Pasar perlengkapan olahraga China kini bernilai lebih dari 60 miliar dolar AS per tahun, menjadikannya arena kompetitif bagi Nike, Under Armour, hingga merek lokal seperti Anta yang menggandeng Kyrie Irving dan Klay Thompson.

“China tetap menjadi pasar penting bagi NBA. Setiap langkah bintang besar di sana punya makna ekonomi dan kultural,” ujar seorang analis olahraga internasional, Jumat (5/9). Menurutnya, momentum ini menjadi peluang strategis untuk menjaga relevansi di kawasan Asia.

Namun LeBron menegaskan tur ini bukan semata untuk penjualan. “Bagi saya, ini tentang hubungan dengan fans, tentang basket sebagai bahasa universal,” ucapnya saat acara di Chengdu. Ia menambahkan bahwa momen tersebut terasa seperti reuni budaya antara atlet dan penggemar.

Selain Curry dan LeBron, sorotan unik datang dari Victor Wembanyama yang memilih jalur berbeda. Bintang muda San Antonio Spurs itu menjalani retret spiritual di Kuil Shaolin, Zhengzhou, berlatih kung fu, bermeditasi, dan mendalami tradisi Chan. Langkah ini memberi warna baru hubungan NBA dan China di luar komersialisasi.

Baca Juga :   Carlo Ancelotti Bakal Perpanjang Kontraknya di Timnas Brasil Sebelum Piala Dunia

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca