WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama DPR RI menggelar diskusi publik strategis bertajuk “Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Rangka Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila Kepada Masyarakat” di Efa Hotel, Banjarbaru.

Acara ini menjadi momentum penting memperkuat peran relawan sebagai garda terdepan penjaga Pancasila, terutama di tengah gempuran radikalisme dan disinformasi.

Relawan sebagai Narator Kebajikan

Deputi BPIP Ir. Prakoso, M.M. menegaskan bahwa Pancasila adalah jati diri bangsa, bukan sekadar simbol. Ia mendorong relawan menjadi “narator kebajikan” yang menyampaikan nilai Pancasila lewat komunikasi humanis, terutama di ruang digital.

Sementara itu, Kepala BPIP Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D. menekankan bahwa Pancasila harus dipraktikkan, bukan hanya dihafalkan.

“Pancasila adalah solusi menghadapi tantangan modern, mulai dari radikalisme hingga banjir hoaks. Nilai-nilainya harus benar-benar hidup di masyarakat,” tegas Yudian.

Dari sisi parlemen, Anggota DPR RI Ir. Pangeran Khairul Saleh, M.M. menegaskan komitmen DPR untuk mendukung penguatan Pancasila melalui jalur hukum dan anggaran.

“Kami di DPR adalah jembatan untuk menyuarakan aspirasi relawan di tingkat nasional,” ujarnya.

Materi Pelatihan & Etika Relawan

Direktur BPIP Dr. Drs. Yakob KM., M.Si menjabarkan kurikulum pelatihan relawan yang terstruktur dan terbuka untuk saran.

Tenaga Ahli DPR RI Harni Arrasyid, S.H. memberikan panduan praktis penerapan Pancasila di lapangan dengan pendekatan tulus, sementara Iglasias Labesta, S.H., M.H. menegaskan relawan punya tanggung jawab moral dan hukum menjaga nama baik Pancasila.

Diskusi ini menegaskan kolaborasi BPIP, DPR RI, dan relawan untuk menjadikan Pancasila bukan hanya dasar negara, melainkan landasan moral, etika, dan gaya hidup bangsa Indonesia.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad