WARTABANJAR.COM, PALOPO – Media sosial kembali diguncang oleh sebuah video mengejutkan. Rekaman yang beredar luas di Instagram memperlihatkan aksi kekerasan di sebuah pesantren di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Dalam video tersebut, seorang pria berinisial Prof S diduga menampar seorang qori berusia 14 tahun hingga wajah sang anak lebam. Insiden ini terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat (12/9/2025) malam.
Ironisnya, tindakan kasar itu dilakukan ketika qori muda tersebut hendak bersalaman dengan pelaku. Akibat tamparan keras itu, peci hitam yang dikenakan sang qori terlempar ke lantai. Bahkan, adik korban yang juga berniat bersalaman nyaris mengalami nasib serupa.
Dugaan Kekerasan Berulang
Menurut keterangan keluarga, Prof S disebut sering melakukan penganiayaan terhadap santri di pesantren tersebut. Kali ini, aksi kekerasan tidak bisa lagi ditutup-tutupi setelah video kejadian viral di jagat maya.
Keluarga korban telah resmi melapor ke pihak kepolisian dan mendesak agar kasus ini diproses secara serius.
Polisi Buka Penyelidikan
Kasatreskrim Polres Palopo, IPTU Syahrir, membenarkan laporan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam.
“Proses hukum tetap berjalan. Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi,” ujarnya singkat.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, khususnya lembaga pesantren yang seharusnya menjadi tempat menanamkan nilai akhlak dan kasih sayang, bukan kekerasan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

