WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Hasil imbang 1-1 yang diraih Persija Jakarta saat menjamu Bali United di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (14/9), diwarnai kritik pedas terkait kondisi rumput stadion megah tersebut.

Kapten Persija, Rizky Ridho, menyebut kualitas lapangan kurang mendukung gaya bermain Macan Kemayoran yang mengandalkan umpan-umpan pendek cepat.

“Saya sangat senang bisa bermain di stadion yang sangat-sangat bagus. Tapi mungkin saya sebagai perwakilan teman-teman ingin memberikan masukan, kalau bisa setelah konser rumputnya diperbaiki,” ujar Ridho dalam konferensi pers usai laga.

Ridho menjadi kreator gol Persija melalui assist yang diselesaikan Bruno Tubarao di menit ke-56. Gol itu menyelamatkan Persija setelah sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Mirza Mustafic pada menit ke-18 untuk Bali United.

Bek tengah berusia 23 tahun itu menegaskan, kondisi rumput membuat timnya kurang percaya diri memainkan umpan satu-dua yang jadi ciri khas permainan Persija.
“Kalau main di lapangan lain, kami berani main satu dua sentuhan. Tapi di kandang sendiri kadang sulit, karena bola memantul tidak rata,” katanya.

Tak hanya Ridho, pelatih Persija Mauricio Souza juga mengeluhkan hal serupa. “JIS adalah salah satu stadion terindah di dunia. Tapi rumputlah yang menghalangi permainan kami. Tim kami mengandalkan sirkulasi bola,” ucap pelatih asal Brasil itu.

Nada kritik juga muncul dari kubu lawan. Pelatih Bali United Johnny Jansen menilai kondisi rumput yang tidak ideal bisa mengurangi kualitas permainan tim.
“Kami ingin bermain sepak bola dengan baik, dan lapangan bagus tentu akan membantu. Tapi kalau kondisinya seperti ini, kami harus mencari cara mengatasinya,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut.

Dengan hasil imbang ini, Persija tetap berada di posisi kedua klasemen dengan 11 poin, terpaut satu angka dari pemuncak klasemen Borneo FC yang masih menyimpan satu laga lebih banyak. Sementara itu, Bali United berada di posisi kesembilan dengan 6 poin. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar