WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Suasana haru menyelimuti warga Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Seorang buruh bangunan, Arif Supiani (37), yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang pada 28 Juni 2025 lalu, akhirnya mendapat bantuan nyata berupa bedah rumah sekaligus sebidang lahan baru dari Pemkab Tala dan PT Sentosa Sukses Utama (SSU). Sejak musibah itu, Arif bersama istri dan dua anaknya terpaksa tinggal menumpang di rumah mertua. Kini, berkat sinergi pemerintah dan swasta, keluarganya akan segera memiliki hunian baru yang lebih aman jauh dari bantaran sungai. Kepala Desa Sungai Bakar, H. Hadran, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami, Pemerintah Desa Sungai Bakar, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkab Tala dan PT SSU. Ini bentuk nyata kepedulian perusahaan kepada masyarakat,” ujarnya. Hadran menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar membangun rumah baru, tetapi juga memberikan rasa aman karena lokasi rumah Arif dialihkan dari daerah rawan banjir. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Desa Sungai Bakar juga mendapat alokasi 14 unit program bedah rumah yang tersebar merata di setiap RT. “Pembagiannya adil, ada yang dua, ada yang tiga per RT, supaya ada pemerataan. Tidak ada praktik KKN, semua transparan,” tegasnya. Arif Supiani sendiri tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Saya sangat-sangat berterima kasih kepada Pak Bupati, Pak Camat, perangkat desa, perusahaan, dan semua pihak yang peduli. Alhamdulillah, lokasi rumah baru saya lebih aman dan jauh dari sungai. Semoga segera dibangun agar keluarga kami bisa tinggal dengan tenang,” ungkapnya penuh haru. Ucapan terima kasih juga datang dari masyarakat secara luas, yang melihat bantuan ini sebagai bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan swasta mampu memberi solusi nyata pasca bencana. Bedah rumah plus lahan baru ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol kebangkitan dan harapan baru bagi korban banjir bandang di Sungai Bakar.(Wartabanjar.com/Gazali) editor: nur muhammad