WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah lama mati suri, destinasi Wisata Sungai Biuku kini kembali diperjuangkan untuk hidup seperti masa keemasannya di tahun 2021–2022.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Fitriah, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama camat, lurah, serta masyarakat setempat tengah berfokus membangkitkan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak utama.
“Sebagian besar kawasan ini memang milik warga, tapi ada juga lahan Pemko. Kalau warga bersedia meminjamkan lahannya, kita bisa kembangkan wisata edukasi pertanian dan kuliner khas Banjar,” jelas Fitriah, Jumat (5/9/2025).
BACA JUGA:UPDATE Penampakan Buaya di Sungai Kerokan Banjarmasin, BPBD Turun Tangan!
Ia menekankan, Sungai Biuku memiliki potensi luar biasa: mulai dari wisata edukasi bercocok tanam padi hingga kuliner khas Banjar yang bisa langsung dikelola warga.
“Bayangkan kalau depan rumah mereka dijadikan tempat berjualan, wisatawan bisa menikmati kuliner khas sekaligus membantu memasarkan produk lokal,” tambahnya.
Namun, kendala terbesar saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat Pokdarwis. Banyak pengelola masih sibuk dengan urusan pribadi sehingga kurang menyadari potensi ekonomi yang bisa tercipta dari sektor wisata.
Fitriah menegaskan, perlu ada edukasi dan dorongan dari semua pihak, termasuk camat, lurah, hingga PKK, agar masyarakat bergerak bersama menghidupkan kampungnya.
“Kalau wisatanya bangkit, otomatis ekonomi ikut tumbuh. Dari sisi pemerintah, kami siap mendukung promosi, pemasaran, hingga fasilitas,” tegasnya.

