WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Langit di atas Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), dipenuhi pemandangan memukau pada Minggu, 31 Agustus 2025. Ratusan layang-layang, yang dikenal sebagai flud kite atau layang-layang dandang bunyi, berhasil mengukir sejarah dengan memecahkan rekor MURI sekaligus rekor dunia. Festival layang-layang ini berhasil menerbangkan 775 flud kite secara serentak dari total hampir 900 peserta. Baca Juga Rekayasa Lalu Lintas di Banjarmasin Saat Aksi Demo dan Jika Chaos Capaian luar biasa ini menobatkan Tala sebagai pelopor festival layang-layang flud kite terbanyak di dunia, mengungguli negara-negara lain yang juga mengenal budaya serupa. Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, menyatakan, Kabupaten Tanah Laut berhasil memecahkan rekor. "Hari ini Kabupaten Tala berhasil mencetak sejarah. Bukan hanya rekor Indonesia, tapi juga rekor dunia. Festival ini membuktikan bahwa budaya bisa menjadi daya tarik wisata yang mendunia." Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Layang-Layang Indonesia (Pelangi) Pusat, Sari Madjid, yang menyebut pencapaian ini sebagai lembaran baru dalam sejarah. "Vietnam dan China pun belum pernah melakukannya. Indonesia, khususnya Kabupaten Tala, menjadi yang pertama di dunia. Kami bangga sekali," ujarnya penuh haru. Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, mengungkapkan rasa syukurnya karena jumlah peserta jauh melampaui target awal yang hanya 500 orang. "Alhamdulillah, ini jauh melebihi ekspektasi. Terima kasih untuk semua peserta, MURI, dan Pelangi. Semoga rekor ini ikut mengangkat nama Pantai Batakan Baru sebagai destinasi wisata unggulan Kalsel," ucapnya. Dengan suara khas flud kite yang menggemakan langit, Kabupaten Tala tidak hanya menampilkan rekreasi semata, melainkan juga menunjukkan kepada dunia bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata global. Peristiwa ini menjadi bukti nyata komitmen Tala dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan pariwisata. (Wartabanjar.com/Gazali) Editor Restu