WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pengurus Cabang (DPC) Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) periode 2025–2030 resmi dilantik di Balai Rakyat Barabai, Sabtu (30/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Deni Era Yuliyanti turut dilantik sebagai Ketua DPC PAI HST periode 2025–2030. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAI Provinsi Kalimantan Selatan, Arinda Dian Susanti. Deni Era Yuliyanti yang terpilih sebagai Ketua DPC PAI HST menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan ini merupakan perjalanan penuh tanggung jawab sekaligus harapan untuk memajukan organisasi. “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan kepada saya sebagai Ketua DPC PAI HST periode 2025–2030. Amanah ini adalah perjalanan yang penuh tanggung jawab dan harapan,” ucapnya dalam sambutan. Deni juga mengajak seluruh pengurus baru untuk bekerja sama membangun organisasi yang lebih baik dan berkualitas. Menurutnya, visi dan misi PAI hanya akan berjalan bila dijalankan secara kolektif, dengan manfaat yang bisa dirasakan tidak hanya oleh anggota, tetapi juga masyarakat luas. “Marilah kita bekerja sama, bahu-membahu untuk memajukan DPC PAI HST yang baik dan berkualitas, serta menjalankan visi dan misi agar memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat pada umumnya,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kebersamaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan. Dengan demikian, setiap tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan secara demokratis. “Bila ada perbedaan pendapat, mari kita saling koreksi. InsyaAllah, segala sesuatunya akan bisa kita selesaikan dengan baik,” tutur Deni. Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan pelantikan. “Kami ucapkan terima kasih kepada Disporapar Kabupaten HST yang telah mendukung acara ini, serta semua pihak yang turut membantu hingga terlaksana dengan baik,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua DPD PAI Provinsi Kalsel, Arinda Dian Susanti, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru bisa lebih mengembangkan dunia anggrek di HST. Menurutnya, potensi anggrek, khususnya spesies lokal di Pegunungan Meratus, sangat besar untuk dikembangkan baik dari sisi konservasi maupun nilai ekonomi. “Dengan pengurus baru ini, visi PAI tentu akan lebih terasa. Kita bisa menjadikan anggrek spesies sebagai kekuatan, tidak hanya untuk pelestarian tetapi juga potensi ekonomi dan pariwisata. Bahkan bisa dibentuk kampung anggrek sebagai destinasi edukasi dan wisata,” ujarnya. Arinda juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan anggrek agar kecintaan terhadap tanaman ini tidak hanya berhenti di kalangan generasi senior. “Kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti KNPI adalah langkah baik. Harapannya, generasi muda bisa ikut mencintai dan menjaga kelestarian anggrek,” tegasnya. Ia menambahkan, upaya pengembangan anggrek juga dapat mendukung sektor wisata di HST, terutama dengan memanfaatkan kekayaan anggrek khas Pegunungan Meratus. “Banyak anggrek spesies unik yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Jika dikelola baik, HST bisa menjadi pusat anggrek yang dikenal luas,” tutup Arinda. (wartabanjar.com/Adew) Editor: Andi Akbar