Andi (21), mahasiswa STIE, juga menegaskan, “Selama kami bisa bersuara, kami akan bertahan di sini. Ini bukan soal kelompok mana, tapi soal kepentingan rakyat.”
Namun, aksi sempat terhenti pada pukul 15.20 WIB, ketika hujan deras mengguyur kawasan Senayan. Massa kemudian berteduh di jembatan penyeberangan depan kompleks DPR. Meski demikian, sejumlah peserta aksi tetap bertahan dan melanjutkan upaya menarik tali tambang yang sudah terikat di pagar.
“Mbak, enggak boleh video. Jangan divideoin,” kata dua orang yang mengenakan pakaian serba hitam dan mengenakan masker serta helm. Meski melarang, reporter tersebut tetap berusaha untuk tetap mendokumentasikan kejadian.
Hingga pukul 15.30 WIB, situasi masih tegang dengan massa yang terkonsentrasi di depan pagar utama, sementara akses jalan di sekitar gedung DPR tetap tertutup.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







