WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah aksi demonstrasi puluhan warga Antasan Bondan RT 17 yang menuntut dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan perbaikan rumah retak, PT Pelindo Regional 3 Banjarmasin akhirnya memberikan respons resmi.
General Manager Pelabuhan Trisakti, Ari Sudarsono, menegaskan bahwa Pelindo menghormati aspirasi masyarakat dan berkomitmen menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara lebih tepat sasaran.
“Kami mengedepankan dialog terbuka untuk menampung aspirasi masyarakat sekitar. Pelabuhan tetap aman, iklim usaha berjalan normal, dan kami berkomitmen membangun hubungan harmonis,” ujar Ari, Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA:UPDATE Warga Demo Kantor Pelindo Banjarmasin, Tuntut Dana CSR dan Ganti Rugi Rumah Retak
Fokus CSR Masih di Mantuil, RT 17 Terlewat
Ari mengakui bahwa sejak 2017 hingga 2024, Pelindo telah menyalurkan sejumlah program TJSL, terutama di wilayah Kelurahan Mantuil. Namun, ia tidak menampik masih ada kawasan yang belum tersentuh maksimal, termasuk RT 17 yang menjadi motor aksi protes.
“Terus terang, fokus program kami selama ini di Kelurahan Mantuil. Untuk RT 17 memang ada yang terlewat. Ke depan kami akan mengakomodir permintaan warga sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Soal Lapangan Kerja dan TKBM
Menanggapi tuntutan warga terkait peluang kerja dan keterlibatan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Ari menyatakan pihaknya akan meningkatkan komunikasi dengan pengurus TKBM di Pelabuhan Basirih maupun Pelabuhan Bawang.
Selain itu, Ari menegaskan bahwa beberapa isu di luar kewenangan Pelindo, seperti transportasi dan perizinan, akan diteruskan ke instansi serta perusahaan terkait.

