HAJI ABIDIN Terima Anugerah Kehormatan dari Presiden Prabowo, Ini Kisah Hidup Sang Pendiri Gerindra Kalsel
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Selain H Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam dan almarhum Abdussamad Sulaiman HB atau H. Leman, satu lagi tokoh Kalimantan Selatan yang resmi menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Dia adalah, almarhum Haji Abidin bin H. Hamsyah, pendiri sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan sejak 2008 hingga akhir hayatnya pada 2022.
Almarhum H Abidin menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025 di Istana Negara, Senin (25/8/2025).
Almarhum H Abidin, akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh besar Banua, bukan hanya seorang pengusaha sukses, tetapi juga pendiri sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan.
BACA JUGA:SELAIN HAJI ISAM, Almarhum H Leman Juga Menerima Anugerah Kehormatan dari Presiden Prabowo di Istana Negara
Perjalanan dari Dunia Usaha ke Politik
Sebelum terjun ke politik, Haji Abidin dikenal luas sebagai pengusaha di sektor pertambangan. Reputasinya sebagai sosok pekerja keras mengantarkan beliau menjadi salah satu figur terpandang di Tanah Bumbu. Dedikasi dalam dunia usaha bahkan membuatnya tercatat sebagai wajib pajak terbesar di Kabupaten Tanah Bumbu selama tiga tahun berturut-turut (2013–2015).
Namun, kiprahnya tak berhenti di dunia bisnis. Pada 2008, Haji Abidin ikut membidani lahirnya Partai Gerindra di Kalimantan Selatan. Sejak saat itu, beliau dipercaya menjadi Ketua DPD Gerindra Kalsel selama 14 tahun, hingga wafat pada 16 Maret 2022.
Sosok Rendah Hati dan Dermawan
Bagi banyak orang, Haji Abidin dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana, tidak neko-neko, dan sangat menghormati tamu. Rekan-rekan politiknya mengenangnya sebagai figur yang selalu ramah, terbuka, dan peduli pada masyarakat kecil.
Bahkan, banyak warga Banua yang merasakan langsung kedermawanannya. Tidak sedikit yang menganggap Haji Abidin sebagai “orangtua politik” karena selalu membimbing, menolong, dan memberi ruang tumbuh bagi generasi muda.
Kiprah Politik dan Kontribusi untuk Banua
Selama memimpin Gerindra Kalsel, Haji Abidin berperan penting dalam memperkuat basis politik partai di Banua. Ia juga dikenal memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk saat mendorong wacana pembentukan daerah otonom baru “Gambut Raya” pada 2019 yang langsung ia sampaikan kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Kiprahnya membuat Haji Abidin tidak hanya dihormati sebagai politisi, tetapi juga sebagai tokoh pembangunan di Kalsel.
Warisan Politik dan Keluarga
Haji Abidin meninggal dunia pada usia 69 tahun saat hendak menjalani cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin. Meski telah tiada, warisan perjuangannya diteruskan oleh keluarga. Putrinya, Hj. Mariana, kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalsel, sementara putranya, H. Muhammad Nur, pernah menjadi anggota DPR RI.
Hal ini membuktikan bahwa semangat pengabdian Haji Abidin untuk Banua tetap hidup melalui generasi penerusnya.
Figur Panutan Banua
Kepergian Haji Abidin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Gerindra, sahabat, dan masyarakat Kalimantan Selatan. Namun, teladan hidupnya—sebagai pengusaha sukses, politisi berintegritas, dan sosok dermawan—akan terus menjadi inspirasi.
Daftar 88 penerima menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025, dengan rincian sebagai berikut:
1. Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam;
2. Abdul Muhaimin Iskandar;
3. Bahlil Lahadalia;
4. Saifullah Yusuf;
5. Andi Amran Sulaiman;
6. Rd. Mohammad Marty Natalegawa;
7. Retno Lestari Priansari Marsudi;
8. Juwono Sudarsono;
9. H. Noer Hassan Wirajuda;
10. Almarhum Iskandar Muda Baharuddin Lopa;
11. Almarhum Ida Cokorda Pemecutan XI;
12. Almarhum Dading Kalbuadi;
13. Almarhum Solihin Gautama Purwanegara;
14. Almarhum Chalimi Imam Santosa;
15. Purnomo Yusgiantoro;
16. Tarub;
17. Suhartoyo;
18. Herman Bernhard Leopold Mantiri;
19. Dino Pati Djalal;
20. Almarhum Bismar Siregar;
21. Almarhum Sayidiman Suryohadiprojo;
22. Almarhum Mochamad Jasin;
23. Almarhum Hartono Rekso Dharsono;
24. Almarhum Kemal Idris;
25. Burhanuddin Abdullah;
26. Terawan Agus Putranto;
27. Hashim Sujono Djojohadikusumo;
28. Agus Harimurti Yudhoyono;
29. Sugiono;
30. Abdul Mu’ti;
21. Fadli Zon;
32. Almarhum Suhardi;
33. Siti Hardjanti Wismoyo;
34. Prasetyo Hadi;
35. Teddy Indra Wijaya;
36. Meutya Viada Hafid;
37. Muhammad Yusuf Ateh;
38. Ivan Yustiavandana;
39. Dadan Hindayana;
40. Perry Warjiyo;
41. Miftachul Akhyar;
42. Haedar Nashir;
43. Sigit Puji Santosa;
44. Syamsudin;
45. Johanes Gluba Gebze;
46. Herlina Christine Natalia Hakim;
47. Francisco Xavier Lopes da Cruz;
48. Almarhum Fahmi Idris;
49. Almarhum F.X. Sudjasmin;
50. Almarhum Wiyogo Atmodarminto;
51. Almarhum Mung Parhadimulyo;
52. Almarhum Yusuf Hasyim;
53. Almarhum Maimun Zubair;
54. Almarhum Abdullah Abbas;
55. Almarhum Rais Abin;
56. Almarhum Jose Fernando Osorio Soares;
57. Almarhum Abílio José Osório Soares;
58. Almarhum Arnaldo dos Reis Araújo;
59. Almarhum Soekitman;
60. Zacky Anwar Makarim;
61. Yusuf AR;
62. Maher Al Gadri;
63. Almarhum Muhammad Maksum;
64. Juri Ardiantoro;
65. Sudaryono;
66. Angga Raka Prabowo;
67. Anwar Iskandar;
68. Almarhum Soepriyatno;
69. Angky Retno Yudianti;
70. Widjono Hardjanto;
71. Almarhum Abidin;
72. Abdul Ghofur;
73. Soegeng Sarjadi;
74. Simon Aloysius Mantiri;
75. Abdussamad Sulaiman HB (H. Sulaiman);
76. Abdul Rasyid (Haji Rasyid);
77. Nanik Sudaryati Deyang;
78. Willy Ananias Gara;
79. Amzulian Rifai;
80. Isma Yatun;
81. Lydia Silvanna Djaman;
82. Teddy Sutadi Kardin;
83. Taufiq Ismail;
84. Muhammad Ainun Najib;
85. Almarhum Cornel Simanjuntak;
86. Asep Saifuddin Chalim;
87. Almarhum Benyamin Sueb; dan
88. Almarhumah Titiek Puspa.(Wartabanjar.com/Tim)
editor: nur muhammad