WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Harga komoditas cabai di Kota Banjarbaru mulai menunjukkan kestabilan, setelah sempat mengalami lonjakan. ‎ ‎Kini, harga cabai jenis Japlak berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, sementara cabai keriting dan cabai merah besar masing-masing dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram. ‎ ‎Dahyudi, seorang petani cabai wilayah Tambak Tarap, Kelurahan Syamsuddin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, mengungkapkan pasokan cabai dari luar daerah kerap memengaruhi harga pasar lokal. ‎ ‎"Sebenarnya permintaan di pasar cukup banyak, tapi sering ada kiriman cabai dari Jawa dan Sulawesi. Itu yang kadang bikin harga di sini turun," ujarnya saat diwawancara, Senin (25/8/2025) siang. ‎ ‎Di wilayah Tambak Tarap, para petani menanam tiga jenis cabai, yaitu Japlak, keriting, dan cabai merah besar. BACA JUGA: Perkelahian di Jembatan Pasar Sentra Antasari Berawal dari Pesta Miras Oplosan Ketiga jenis cabai ini biasa dijual langsung ke tengkulak. ‎ ‎Dalam satu kali panen, hasil cabai yang diperoleh bisa mencapai 2 hingga 3 kuintal atau sekitar 200 hingga 300 kilogram. "Terakhir panen bulan Juni kemarin, dan sekarang sudah mendekati masa panen lagi," tambah Dahyudi. ‎ ‎Ia turut menjelaskan, masing-masing jenis cabai memiliki waktu panen yang berbeda. "Cabai Japlak dipanen seminggu sekali, cabai keriting dipetik dua kali seminggu, dan cabai merah besar bisa dipanen setiap lima hari sekali," lanjutnya. ‎ ‎Mengenai proses budidaya, Dahyudi mengatakan penanaman cabai relatif mudah, namun tantangan terbesar datang dari hama seperti kutu dan lalat buah yang kerap menyerang tanaman. ‎ ‎"Ini yang sempat menyebabkan gagal panen pada bulan April hingga Mei lalu karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan serangan hama yang cukup parah," pungkasnya. (Wartabanjar.com/IKhsan) Editor: Yayu