Lebih parah lagi, petugas menemukan grup WhatsApp berisi konten Video Call Seks (VCS) di ponsel milik salah satu pelajar SMP.
Bukan untuk Mempermalukan, tapi Mencari Solusi
Teguh menegaskan pembinaan ini bukan bertujuan mempermalukan siswa di depan orang tua maupun guru, melainkan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari jalan keluar.
“Anak-anak yang terjaring ini menjadi cerminan bahwa pendidikan di Indramayu masih jauh dari harapan,” ujarnya.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah untuk lebih serius mengawasi serta membimbing generasi muda, agar tidak terjerumus pada kebiasaan bolos dan perilaku menyimpang.(Wartabanjar.com/bedamedia/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







