WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tim nasional voli putri U-21 Vietnam terancam menghadapi hukuman tambahan dari Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) setelah dua pemainnya, Dang Thi Hong dan Phuong Quynh, dinyatakan berjenis kelamin pria berdasarkan hasil tes kromosom. Kasus ini membuat FIVB menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada kedua pemain dan membatalkan seluruh hasil pertandingan Vietnam yang melibatkan mereka. Namun, FIVB menegaskan, proses disiplin belum selesai. Panel Disiplin FIVB kini tengah mengkaji kemungkinan sanksi lanjutan yang dapat dijatuhkan kepada Federasi Bola Voli Vietnam. "Federasi Bola Voli Vietnam dan pemain tersebut akan diundang untuk memberikan posisi mereka secara tertulis," tulis FIVB dalam pernyataan resminya, Selasa (12/8). Sanksi tambahan yang mungkin dijatuhkan mencakup larangan bertanding di ajang internasional dalam periode tertentu, denda finansial, hingga pencabutan hak menjadi tuan rumah turnamen resmi. Keputusan akhir akan diambil setelah sidang disiplin yang melibatkan semua pihak terkait. Diskualifikasi Vietnam ini telah mengubah peta persaingan di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025. Indonesia, yang sebelumnya berada di posisi kelima Pul A, kini naik ke posisi keempat dan otomatis melaju ke babak 16 besar. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar