“Masya Allah, sehat selalu ya Pak!”
“Itu baru pahlawan sebenarnya.”
“Semangat Pak, mencerdaskan anak bangsa India.”
“Dedikasi dan integritas yang tinggi tidak akan sia-sia, Allah akan mengangkat derajat beliau.”
“Pemda-nya kemana ini? Kok mirip kritik di negara kita ya.”
Hingga kini, Abdul Malik tetap teguh menjalani rutinitas ini, membuktikan bahwa mengajar bukan hanya pekerjaan, tapi panggilan jiwa yang menuntut pengorbanan, cinta, dan kesetiaan pada ilmu.(Wartabanjar.com/wowfact.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

