WARTABANJAR.COM, INDIA – Di saat banyak orang mengeluh soal jarak tempuh menuju tempat kerja, seorang guru matematika di Kerala, India, justru mengukir kisah pengabdian yang luar biasa. Abdul Malik, selama lebih dari 20 tahun, setiap hari berenang melintasi derasnya Sungai Kadalundi demi mengajar murid-muridnya.
Bermodalkan ban dalam sebagai pelampung, ia mengikatkan kantong plastik berisi pakaian ganti, buku pelajaran, dan bekal makan siang.
Arus sungai, hujan deras, dan terik matahari bukan penghalang. Baginya, memastikan para murid tetap mendapat ilmu jauh lebih penting daripada rasa lelah dan bahaya yang mengintai.
Jika menempuh jalur darat, waktu perjalanan bisa mencapai tiga jam dengan beberapa kali berganti kendaraan.
Berenang justru menjadi opsi tercepat—meski penuh risiko. Namun, perjuangan Malik tidak hanya soal hadir di kelas. Ia juga mengajarkan renang kepada anak-anak, memimpin aksi bersih-bersih sungai, dan mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
BACA JUGA:LAGI-LAGI TRUK REM BLONG! Trailer Hantam 7 Kendaraan di Tol Semarang, Korbannya Ada 15 Orang

Atas dedikasi luar biasa ini, warga menjulukinya “Master Tabung”. Kisahnya viral di media sosial dan mengundang decak kagum warganet.
Komentar warganet pun membanjiri unggahan kisahnya:

