WARTABANJAR.COM, PATI – Suasana Kirab Boyongan dalam rangka Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak ricuh secara emosional. Saat kereta kencana yang membawa Bupati Pati, Sudewo, melintas di tengah kerumunan massa, terdengar teriakan sorakan keras dari arah warga, Kamis (7/8/2025). "Huuu...! Turunkan! Turunkan!" terdengar dari berbagai penjuru jalan. Sorakan itu tak hanya ditujukan kepada Bupati, tetapi juga ketika Plt Sekda Pati, Riyoso, muncul bersama rombongan kirab lainnya. Momen ini pun dengan cepat viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan panas netizen. BACA JUGA:GEGER! Motor Misterius Tergeletak di Jalan Sutoyo S Banjarmasin, Diduga Milik “Geng Sireng” Bersenjata! Video Viral, Warga Teriak & Soraki Pejabat Video amatir yang diunggah ke Instagram dan X (Twitter) memperlihatkan momen saat kereta kencana mewah melewati barisan warga, diiringi sorakan yang jauh dari kesan penghormatan. Banyak warganet menyebut situasi tersebut sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap kepemimpinan daerah. Komentar Pedas Netizen Membanjiri Media Sosial Berikut beberapa komentar netizen yang viral: "Secara psikologis, orang yang merasa bersalah harusnya punya rasa malu." "Luar biasa Bupati Pati ini. Dihina tidak tumbang, dipuji tidak pantas." "Istrinya malah kelihatan girang disoraki warga. Kok bisa ya? 😂" "Seluruh Indonesia melihat, hanya orang Pati yang berani melawan. Kalau diturunkan, daerah lain akan ikut!" "Disoraki malah ketawa. Agak lain pasangan ini..." "Ga punya malu AWOKWOKK." Netizen juga mempertanyakan latar belakang dari reaksi keras warga tersebut. “Ada apa sebenarnya dengan Bupati Pati?” tulis salah satu pengguna X yang penasaran dengan sumber keresahan publik. Ada Apa di Balik Sorakan Ini? Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pati terkait insiden sorakan massal tersebut. Namun, momen ini diyakini menjadi cermin dari tensi politik dan sosial yang sedang memanas di daerah tersebut. Beberapa warganet menyebut ini sebagai 'simbol perlawanan rakyat terhadap kepemimpinan yang dianggap tak berpihak'. Sorotan Nasional: Momentum Perlawanan? Fenomena ini bahkan dianggap sebagian pihak sebagai tonggak keberanian warga daerah terhadap pemimpinnya sendiri. “Kalau Pati bisa, daerah lain bisa menyusul,” tulis netizen lain dengan penuh semangat. Kirab Boyongan yang sejatinya dirancang menjadi perayaan budaya dan sejarah, justru berubah menjadi panggung kritik terbuka dari rakyat kepada pemimpinnya.(Wartabanjar.com/unikinfold/berbagai sumber) editor: nur muhammad