WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Di tengah kekhawatiran musim kemarau panjang, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq memberikan kabar melegakan: Karhutla di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih terkendali! Namun, ia mengingatkan, siaga tetap diberlakukan dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bisa segera digelar jika situasi memburuk. Hal itu disampaikan Hanif saat menghadiri Apel Siaga Karhutla di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kamis pagi (7/8/2025). Sebelumnya, ia melakukan peninjauan udara dengan helikopter patroli guna memantau titik-titik rawan api di berbagai wilayah. "Kondisi tanah masih basah. Sangat kecil kemungkinan api muncul secara alami," ujar Hanif kepada wartawan. BACA JUGA:KEJAR-KEJARAN MAUT DI BANJARBARU! Terduga Maling Mobil Tabrak Warga hingga Xenia Putih, Ini Kronologi Versi Warga 80 Persen Terjadi di Lahan Masyarakat Hanif menegaskan, data dari KLHK menunjukkan bahwa 80 persen kasus karhutla di Kalsel justru terjadi di luar kawasan hutan — sebagian besar di lahan milik masyarakat yang digunakan untuk berkebun, berladang, atau membuka lahan baru. "Presiden telah mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membakar lahan sebagai metode pembukaan. Pemerintah tengah mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan," katanya. Operasi Cuaca Jadi Senjata Andalan Dengan status Siaga Karhutla yang telah ditetapkan, pemerintah pusat melalui BNPB siap turun tangan. Hanif menyebutkan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan menjadi salah satu strategi utama jika indeks bahaya kebakaran naik drastis. “OMC bisa digelar apabila curah hujan potensial dan situasi darurat mendesak. Ini strategi mitigasi yang terbukti efektif,” ungkapnya. Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin mengatakan bahwa belum ada OMC dilakukan langsung di wilayah Kalsel. Namun, hujan deras dua hari terakhir bisa jadi efek dari modifikasi cuaca yang dilakukan di Kalbar (Kalimantan Barat). "OMC di Kalbar ternyata bikin hujan deras di Kalsel. Alhamdulillah, semoga ini bisa bantu meredam titik-titik api," ujar Gubernur optimistis. Meski belum masuk kategori darurat, masyarakat Kalsel tetap diminta tidak lengah. Aktivitas pembakaran lahan sekecil apa pun dapat memicu kebakaran hebat, apalagi di tengah cuaca kering dan angin kencang.(Wartabanjar.com/Ikhsan) editor: nur muhammad