WARTABANJAR.COM, GOWA - Video menghebohkan kembali viral di media sosial! Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan emak-emak mengalami kecelakaan hingga terbalik di jalan tikungan tajam kawasan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, pada Minggu (3/8/2025). Detik-detik kecelakaan tersebut terekam jelas oleh kamera ponsel pengendara motor yang berada di belakang pikap. Dalam video itu, terlihat pikap melaju cukup kencang dan tidak mengurangi kecepatan saat memasuki tikungan tajam, hingga akhirnya terguling secara dramatis. Suasana pun langsung berubah panik saat para penumpang, yang mayoritas perempuan, berteriak histeris dan berupaya menyelamatkan diri. Sopir Diduga Ugal-ugalan "Iya sopir diduga ugal-ugalan, kalau videonya dilihat. Masuk tikungan bukan mengerem, malah tambah gas," ujar Kasat Lantas Polres Gowa AKP Muh Muaz, Senin (4/8/2025). BACA JUGA:Penyodokan di Banjarmasin, Pelaku Kabur, Korban Alami Luka di Perut  Muaz belum membeberkan kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengecek kemungkinan adanya korban luka. "Info awal tidak ada korban ini. Saya suruh (personel) telusuri korbannya, cek korban sampai beberapa puskesmas terdekat datangi semua puskesmas dekat situ," jelas Muaz. Saat ini, petugas masih menunggu laporan dari lokasi kejadian dan tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Rawan Tapi Sering Diabaikan Warga sekitar menyebutkan bahwa jalur Malakaji kerap menjadi lokasi kecelakaan, terutama jika pengendara tidak berhati-hati saat menikung. Kontur jalan yang menurun dan sempit membuat kendaraan besar seperti pikap rawan terguling, apalagi jika membawa muatan manusia tanpa pengamanan yang layak. Pesan Keselamatan: Pikap Bukan Angkutan Orang! Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat: Mobil pikap adalah kendaraan angkut barang, bukan manusia. Penumpang tanpa sabuk pengaman sangat rentan celaka. Pengemudi wajib paham karakter jalan dan batas kecepatan. Jangan anggap remeh jalur-jalur tikungan, apalagi di daerah pegunungan atau perbukitan.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber) editor: nur muhammad