WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Musim haji 2025 atau 1446 Hijriyah baru saja berakhir. Haji 2025 ini disebut sebagai akhir musim haji di musim panas. Otoritas Arab Saudi menyebut panas ekstrem akan terjadi sepanjang wukuf di Arafah dengan suhu mencapai 50 derajat celcius pada musim haji 2025 ini. Meski begitu, pantauan di lapangan, suhu udara di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau Kamis, 5 Juni 2025, hanya berkisar 44--45 derajat celcius. Suhu ekstrem lebih tinggi dirasakan jemaah haji selama mabit di Mina selama hari Tasyrik atau hari-hari melaksanakan lempar jumrah. Ini disebut adalah musim haji terakhir di bulan-bulan panas, selanjutnya akan berlangsung di musim dingin. BACA JUGA: Warga Kecewa Pertanyakan Kemana Air Mancur Seharga Rp 11 Miliar di Jembatan Pasar Lama Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) mengatakan, selanjutnya, mulai 2026 pelaksanaan haji akan berlangsung di musim dingin selama 8 musim atau 8 tahun. Mengutip Saudi Gazette, Selasa (5/8/2025), juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), Hussein Al-Qahtani mengatakan musim haji berikutnya kemudian akan berlangsung di musim dingin selama delapan musim, diikuti musim gugur dengan suhu yang meningkat secara bertahap, sebelum kembali ke musim panas sekitar 25 tahun lagi. "Pergeseran ini disebabkan oleh siklus kalender lunar yang menawarkan kesempatan bagi para jemaah untuk melakukan ritual haji dalam kondisi cuaca yang lebih bersahabat selama tahun-tahun mendatang," kata Al-Qahtani. (Yayu) Editor: Yayu