Mengukir Generasi Qurani! 227 Santri Tanah Laut Diwisuda, Insentif Guru Ngaji Naik!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Semangat membumikan Al-Qur'an di Kabupaten Tanah Laut terus menyala. Sebanyak 227 santri dari Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang diwisuda dalam momen khidmat Wisuda Batamat Al-Qur’an ke-37, yang digelar di Lapangan Sepakbola Bati-Bati, Sabtu (2/8/2025).
Wisuda ini menjadi bagian dari rangkaian besar yang mencakup total 1.918 santri dari seluruh kecamatan di Tanah Laut.
Acara dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Andreas Evony, yang mewakili Bupati. Dalam sambutannya, Andreas menegaskan komitmen pemerintah untuk mencetak generasi Qurani yang menjadi berkah bagi lingkungan dan bangsa.
BACA JUGA:Sehari Dua Titik Api Mengamuk di HST, Rumah dan Sarang Walet Ludes Dilahap Si Jago Merah!
“Kami ingin generasi Tanah Laut tumbuh sebagai insan Qurani — beriman, berakhlak, dan membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, serta daerah,” ujar Andreas.
Santri Dewasa Jadi Inspirasi, Guru Ngaji Dapat Kenaikan Insentif
Uniknya, dari total santri yang diwisuda, terdapat 16 santri dewasa, membuktikan bahwa menuntut ilmu agama tidak mengenal usia.
“Ini bukti semangat belajar agama menyala di semua kalangan,” kata Zainuddin, Sekretaris DPD BKPRMI Tanah Laut.
Dalam kesempatan itu, Pemkab juga mengumumkan bahwa insentif guru TPA telah naik sejak Juli 2025, dan direncanakan akan terus ditingkatkan pada 2026. Kebijakan ini menjadi bentuk penghargaan atas jasa para pendidik yang telah mendidik generasi muda dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Penghargaan dan Santunan untuk Para Pejuang Pendidikan Islam
Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan diberikan kepada wisudawan terbaik. Bahkan, sebuah momen haru terjadi saat BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan sebesar Rp42 juta kepada keluarga salah seorang ustaz yang telah wafat.
Pemerintah daerah juga menyerukan kepada seluruh desa agar terus mengembangkan TK/TPA sebagai fondasi pendidikan karakter Islami yang kokoh sejak dini.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad