“Pak Mendikti minta agar tidak ada lagi pembedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Keduanya memiliki program dan komitmen yang sama demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.
Mekanisme Ala Gubernur, Tapi Tetap Rahasia
Saat ditanya tentang mekanisme teknis pemilihan rektor oleh Presiden, Tjahjo menyebut bahwa sistemnya mirip dengan proses pemilihan pejabat seperti sekda, bupati, wali kota, hingga gubernur. Namun ia enggan menjabarkan detailnya lebih lanjut, karena dianggap sebagai ranah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
“Mekanismenya sudah baku. Sama seperti pengangkatan pejabat daerah yang juga sepengetahuan Presiden. Tapi untuk teknisnya, silakan tanya langsung ke Pak Mendikti,” katanya.
Tjahjo menyimpulkan bahwa penunjukan rektor akan melibatkan forum konsultasi antara Mendikti dan Presiden, demi memastikan pemimpin kampus benar-benar layak dan sejalan dengan ideologi negara.
“Ada forum konsultasi antara Pak Mendikti dan Bapak Presiden untuk memutuskan siapa yang menjadi rektor. Ini agar hasilnya utuh dan tidak menimbulkan polemik,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







