Pemeriksaan Lanjutan: 16 Guru Besar Diusut
Puncaknya terjadi 21–24 Juli 2025, ketika 16 guru besar dari berbagai fakultas kembali diperiksa secara tertutup oleh Irjen Kemendiktisaintek di Kantor LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan. Pemeriksaan ini diyakini masih terkait rangkaian pelanggaran etik dalam promosi jabatan akademik.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Agung Nugroho menegaskan, kabar pemeriksaan 16 guru besar tersebut tidak ada kaitannya dengan LPMPP ULM.
“Untuk pemeriksaan tersebut tidak akan berdampak ke akreditasi. Karena penurunan akreditasi ULM tahun lalu merupakan sanksi permasalahan yang sama saat ini,” tegas Prof Agung Nugroho, Kamis (24/7/2025).
“Pemeriksaa saat ini merupakan lanjutan saja pada kasus yang sama,” tambahnya.
Kronologi Kasus Guru Besar ULM
Jan 2023 – Rektor bentuk tim percepatan guru besar → muncul dugaan pelanggaran etik
Juli 2024 – 11 guru besar dicabut gelarnya karena manipulasi dokumen & jurnal predator
Sept 2024 – Akreditasi ULM turun drastis dari A ke C, mahasiswa demo besar-besaran
April 2025 – Reakreditasi sementara berhasil, tapi pemeriksaan lanjutan terus bergulir
Juli 2025 – 16 guru besar kembali diperiksa oleh Inspektorat Kemendiktisaintek
Tuntutan Mahasiswa & Sorotan Publik
Tak tinggal diam, mahasiswa menuding adanya praktik “mafia guru besar” dalam tubuh ULM. Mereka menuntut pemulihan moral akademik, audit transparan, hingga pemberantasan jurnal predator. Bahkan, DPRD Kalsel menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna meminta klarifikasi dari pimpinan kampus.

