Masih Ada 3 PR Pemko Banjarmasin Terkait Penanganan Sampah di TPA Basirih
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin terus melakukan penanganan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, termasuk progres penutupan area landfill yang kini telah mencapai 30 persen.
Kepala DLH Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menyebutkan bahwa dari total 22 kategori pekerjaan yang menjadi target, seluruhnya telah rampung.
“Tinggal tiga kategori lagi yang masih dalam progres, termasuk penutupan landfill yang sudah mencapai hampir 30 persen,” ujarnya.
Meski begitu, DLH masih dihadapkan pada persoalan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.
Alive mengakui masih banyak TPS liar yang harus ditangani, meski kesadaran masyarakat dalam memilah sampah mulai meningkat.
“TPS liar memang masih banyak, itu jadi PR. Kami harap masyarakat bisa semakin sadar untuk memilah sampah dari rumah agar tidak ada lagi TPS liar di Banjarmasin,” ucapnya.
Lebih lanjut, Alive mengatakan pihaknya saat ini fokus mengelola sampah organik, mengingat komposisi sampah di Banjarmasin sekitar 55 persen merupakan sampah organik.
Sampah jenis ini akan dimanfaatkan sebagai pencampur di landfill atau diolah menjadi pupuk organik.
“Inovasi seperti mengubah sampah menjadi paving block memang memungkinkan, tapi belum kami jalankan karena membutuhkan teknologi yang lebih tinggi serta komposisi sampah yang sesuai,” jelasnya.
Terkait penggunaan alat pembakaran sampah, Alive menyebut alat tersebut masih belum efektif karena menghasilkan asap berlebih dan belum memenuhi standar pengelolaan emisi.
“Jadi, kami belum menggunakan alat itu. Kami mencari opsi lain yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Menutup penjelasannya, Alive mengingatkan pentingnya pemilahan sampah oleh masyarakat sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup.
“Pilah dua jenis saja, organik dan anorganik. Organik kita kelola untuk pupuk, sedangkan anorganik bisa ditukar dalam program-program seperti penukaran sampah jadi sembako," pungkas Alive.
"Ini bisa menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” tandasnya. (Ramadan)
Editor Restu