Genggam Trofi Wimbledon: Kisah Swiatek Dukung Anisimova di Final 6‑0 6‑0

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pada Sabtu, 12 Juli 2025, Iga Świątek menorehkan sejarah di Centre Court dengan menghancurkan Amanda Anisimova lewat skor 6‑0, 6‑0 dalam waktu hanya 57 menit whitewash pertama di final tunggal putri sejak era Terbuka dan sejak 1911. Suatu pencapaian yang bikin Twitter dan TikTok geger.

Pertandingan didominasi oleh Świątek: raihan pertama masuk 78 % servis pertamanya dan memenangkan 72 % poinnya. Sementara Anisimova seperti nervus banget: 28 unforced error, 0 game dimenangkan totalnya hanya 24 poin. Dominasi mental dan teknik dari Swiatek benar-benar ‘hard reset’.

Bukan berarti Anisimova menyerah dia datang ke final pertama setelah jalur panjang, termasuk mengalahkan Sabalenka di semifinal. Tapi tekanan di panggung grand slam ini bikin dia ‘frozen’. Saat wawancara pasca-laga, dia mengakui “tough to digest”, dan meski emosional, tetap angkat suara positif soal masa depan.

Momen ini jadi titel grand slam kedua belas Swiatek dan pertama di Wimbledon, sekaligus gelar ke-6 secara keseluruhan. Dia juga jadi salah satu dari sedikit pemain yang menang 6 SLAM pertama final mereka (setelah Court & Seles) dan juara di semua permukaan tanah liat, keras, dan rumput.

Anisimova tampak hancur saat keluar dari lapangan, tapi kata Reddit:

> “A loss like this would be tough on anyone, but she’s mentally stronger than a majority of people for being able to stand here right now and talk about it”.
Ini jadi momen ambil hikmah meski brutal, final ini membentuknya. Dan buat Swiatek? Ini tanda dominasi era barunya, dengan potensi karier grand slam lengkap makin nyata. (Berbagai sumber/Aar)

Baca Juga :   Bintang Timnas U-17 Indonesia Lucas Raphael Lee Lanjutkan Karier di Amerika Serikat

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca