WARTABANJAR.COM - Ketegangan di kawasan Asia Timur kembali meningkat setelah Jepang melaporkan adanya manuver berbahaya dari jet tempur milik China terhadap pesawat intelijen Jepang. Insiden ini terjadi dua kali secara beruntun dan dinilai berpotensi memicu tabrakan di udara. Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Jepang, pesawat tempur pengebom JH-7 milik Angkatan Udara China terbang dalam jarak sangat dekat hanya beberapa puluh meter—dengan pesawat pengintai elektronik YS-11EB milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang.(berbagai sumber)