WARTABANJAR.COM, TARAKAN – Jagat maya dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan momen penangkapan dramatis di Pelabuhan Tengkayu I, Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (10/7) sekitar pukul 14.00 WITA. Dalam video tersebut, terlihat Tim Mabes Polri tiba bersama sejumlah pria mencurigakan—dua di antaranya mengenakan masker dan menyembunyikan tangan di dalam jaket. Keduanya diduga kuat merupakan oknum anggota polisi. Tak hanya mereka, lima pelaku lainnya, termasuk Kasat Resnarkoba Polres Nunukan IPTU SH, tampak berbaur dengan warga sipil saat turun di pelabuhan. Aksi kamuflase ini membuat pewarta kesulitan mengabadikan wajah para terduga pelaku. Puluhan polisi dan para terduga pelaku kemudian langsung diangkut menggunakan mobil, diduga menuju Bandara Juwata Tarakan untuk diterbangkan ke Jakarta. Penangkapan ini diyakini merupakan bagian dari pengembangan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu di kawasan Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. BACA JUGA:VIDEO – KAPOLRES TAPSEL KEMBALI KLARIFIKASI: Wanita di Dalam Mobil Dinas Dikemudikan Anak Polisi Adalah Guru "Iya benar, penangkapan terkait narkoba. Empat orang, semua polisi, tidak ada sipil," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, saat dikonfirmasi. Operasi penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Divisi Propam Mabes Polri. Namun, Brigjen Eko belum membeberkan lebih lanjut soal kronologi maupun peran keempat anggota polisi tersebut dalam kasus ini. "Narkoba Bareskrim dan Propam Mabes kolaborasi," tambahnya singkat. Netizen Geram: “Naik Mobil VVIP? Rompi Oranye Mana?!” Momen ini sontak menuai beragam komentar pedas dari warganet. Banyak yang menyoroti perlakuan "istimewa" kepada para oknum polisi yang ditangkap, seperti tidak diborgol, tidak dipakaikan rompi tahanan, dan bahkan naik mobil bertuliskan "VVIP". Beberapa komentar kocak hingga sinis pun membanjiri kolom unggahan: “Rompi oranye-nya mana? Mobil ada tulisan VVIP, njirr 😂😂” “Kalau pelaku sipil mah diborgol, dipiting, dijongkokin. Ini kok kayak mau liburan?” “Bandar sesungguhnya malah dari dalam, baru dijual ke BD kecil-kecilan.” “Polisi tangkap polisi, ini baru sinetron realita!” “Aku jadi pengen daftar Pemuda Pancasila aja 😂” “Naik mobil VVIP? Serius nih? Bertanya dengan nada dering Samsung.” Kasus ini semakin memperkuat kekhawatiran publik bahwa pemberantasan narkoba tak akan pernah tuntas jika pelakunya justru berasal dari kalangan aparat sendiri.(Wartabanjar.com/tarakanterciduk/berbagai sumber) editor: nur muhammad