Benang Layangan Makan Korban di Jembatan HKSN! Warga Luka, Anak Kecil Sampai Bibir Robek
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Aktivitas bermain layang-layang di kawasan Jembatan HKSN, Banjarmasin, kini menjadi momok menakutkan bagi warga. Bukan sekadar mengganggu kenyamanan, benang layang-layang yang melintang di jalan justru telah menimbulkan korban luka serius.
Salah satu warga, Alfian, menceritakan pengalaman nahasnya saat melintas di jembatan tersebut. Ia menjadi korban benang layang-layang yang tersangkut di lehernya.
“Saya terkena tali layangan di bagian leher. Waktu itu saya naik motor pelan saja, tapi tiba-tiba leher seperti teriris,” ujarnya saat ditemui, Kamis (10/7/2025).
Luka tersebut cukup dalam dan membuatnya kesakitan berhari-hari. “Rasanya perih sekali, apalagi saat kena air atau keringat. Baru sembuh setelah enam hari,” tambahnya.
BACA JUGA:VIRAL! Amanda Manopo Dilecehkan di Lokasi Syuting Film Horor Dusun Mayit, “Tete Aku Diremas!”
Tak hanya dirinya, Alfian menyebut sudah ada korban lain yang mengalami luka. Seorang anak kecil disebut mengalami robek di bibir saat berjalan bersama ibunya, dan ada juga pengendara motor yang terjatuh akibat benang melintang di jalan.
“Anak-anak sering berlarian ke jalan untuk mengejar layangan putus. Ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan,” tegas Alfian.
Layangan Ramai, Usaha Ramai… Tapi Risiko Nyawa Tak Bisa Ditawar
Warga lainnya, Mariana, pemilik usaha minuman di sekitar jembatan, juga mengungkapkan keresahan. Meskipun dampaknya cukup positif bagi omzet dagangannya, namun ia tak menutup mata terhadap risiko bahaya yang terus mengintai.
“Memang pembeli jadi ramai, tapi saya juga khawatir. Sudah ada yang jatuh dari motor karena kena benang layangan,” ujarnya.
Menurut warga sekitar, aktivitas bermain layang-layang ini mulai ramai sejak sepekan terakhir, terutama di jam 15.00 hingga 18.00 WITA.
Desakan Penertiban dari Warga
Warga pun mendesak pihak terkait untuk segera menertibkan aktivitas bermain layangan di area Jembatan HKSN. Selain membahayakan pengguna jalan, kebiasaan ini juga rawan mencelakai anak-anak yang sering berlarian tanpa pengawasan.
“Jangan tunggu jatuh korban jiwa dulu,” pungkas Alfian dengan nada serius.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad