https://youtube.com/shorts/Ph9GgVB82g0 ‎WARTABANJAR.COM - Sebuah mobil patroli polisi seharusnya jadi simbol rasa aman. Tapi di Desa Hu’u, Dompu, NTB, mobil itu justru jadi sumber teror. ‎ ‎Minggu pagi, (6/7/2025) sebuah mobil patroli Polsek Hu’u melaju kencang dari arah Pantai Lakey. Mobil itu kehilangan kendali, menabrak beberapa pengendara motor, lima orang dewasa, tiga anak-anak, dan bahkan menabrak sebuah rumah warga sebelum terbalik di parit. ‎ ‎Korban luka-luka dilarikan ke RSUD Dompu dan Puskesmas Rasabou Hu’u. Satu anak mengalami patah kaki, sementara korban lainnya menderita luka ringan hingga berat. ‎ ‎Yang lebih memprihatinkan, pengemudi mobil diduga anggota polisi yang sedang dalam pengaruh alkohol. Setelah kecelakaan, ia meninggalkan kendaraan dinas dan melarikan diri begitu saja. ‎Belakangan diketahui, pelaku adalah Briptu Imansyah. Ia kini diamankan di sel Propam Polres Dompu, dan Kapolres menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan, termasuk pembicaraan dengan keluarga korban soal ganti rugi. ‎ ‎Tapi publik tak butuh basa-basi. Karena pertanyaannya bukan lagi apa yang akan dilakukan polisi, melainkan apakah mereka berani benar-benar menindak. ‎ ‎Karena terlalu sering, kasus seperti ini berakhir dengan satu kata klise: “oknum”. Lalu semua perlahan dilupakan. ‎ ‎Padahal ini bukan sekadar kecelakaan. Ini tentang hancurnya kepercayaan. Tentang kendaraan dinas yang berubah jadi ancaman. Tentang aparat yang semestinya melindungi, tapi justru mencederai warga sipil termasuk anak-anak. ‎ ‎Jika penegak hukum bisa melanggar hukum dan hanya diberi perlindungan institusi, maka untuk apa hukum itu ditegakkan? ‎ ‎Saatnya berhenti bersembunyi di balik seragam. Karena keadilan bukan tentang siapa yang berpangkat, tapi siapa yang bertanggung jawab. #oknumpolisi #mabuk #laka #ntb #wartabanjar