Langkah Menembus Malam Hantarkan Ketenangan Bagi Warga Kota Banjarmasin

Mengantisipasi hal itu, jajaran Polresta Banjarmasin dengan dibantu Polda Kalimantan selatan sempat melakukan patroli dengan skala besar.

Ratusan personel dikerahkan menyusuri hingga pelosok Kota Banjarmasin, untuk mempersempit pergerakan anak-anak melakukan tawuran.

“Patroli kita lakukan tiap 2 hari sekali, khusus untuk akhir pekan itu wajib kita patroli. Bahkan, terkadang waktu kita ubah waktunya dinamis, supaya tidak terbaca oleh para pelaku,” ucap Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Cuncun Kurniadi.

Sepanjang 2025, setidaknya sebanyak 94 orang diamankan pihak kepolisian saat patroli, 22 orang di antaranya kedapatan secara langsung membawa senjata tajam dan terlibat perkelahian.

Sedangkan, untuk 72 orang lainnya terindikasi akan melakukan tawuran, dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Yang kemudian dilakukan pembinaan oleh Satuan Bina Masyarakat Polresta Banjarmasin.

Bukan untuk dihukum, untuk anak-anak yang diamankan akan dilakukan pembinaan, dan diberikan pelajaran, agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan dirinya, dan juga orang lain, serta dapat merusak masa depan dirinya.

Tak berhenti, meski aksi tawuran sudah mengalami penurunan, patroli pun tetap dilakukan oleh Unit Gabungan Fungsi Polresta Banjarmasin hingga saat ini.

Tentunya demi mengantisipiasi adanya aksi tawuran, premanisme, dan juga aksi kriminalitas lainnya.

Kolaborasi dengan Forkopimda

Demi mewujudkan kondisi aman dan nyaman di kota berjuluk Seribu Sungai, Polresta Banjarmasin juga menggandeng Kodim 1007/Banjarmasin, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Forkopimda selalu dilibatkan dalam melakukan patroli, hingga penanganan lebih lanjut.

Langkah ini dilakukan demi memastikan pelaku tertangani dan baik dan warga dapat merasa aman dan nyaman, khususnya di malam hari.

Tim Patroli Anti Tawuran dan Gengster Polresta Banjarmasin bersama Forkopimda menyisir titik rawan kenakalan remaja di Kota Banjarmasin, Juni 2025. (Wartabanjar.com/iqnatius)

Apalagi, bagi pelaku kenakalan yang masih di bawah umur.

“Dalam mengatasi dan mangantisipasi terjadinya tawuran dan juga premanisme, khususnya bagi anak yang dibawah umur, memang diperlukannya kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin bersama seluruh stakeholder pemerintahan,” ucap Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin.

Adanya program sekolah rakyat saat ini, pemerintah berusaha membantu anak-anak yang yang putus sekolah maupun yang belum sekolah, agar dapat sekolah.

Sehingga anak-anak tidak terjerumus ke dalam kenakalan remaja, terlebih lagi tindak pidana kriminal. Karena di sekolah rakyat, anak-anak akan menjalani pendidikan yang dapat membina karakternya, layaknya sekolah pada umumnya. (iqnatius)

Editor Restu