Rival Menggigit, Red Bull Tertekan
Tim Mercedes dengan George Russell dan Kimi Antonelli tampil solid di Miami, meraih dua podium sekaligus. Sementara McLaren, lewat Lando Norris dan Oscar Piastri, makin agresif dan menekan di setiap balapan. Ketika Red Bull gagal memaksimalkan potensi mereka, tim rival dengan cepat mengambil alih momentum.
GP Austria Jadi Titik Balik atau Titik Jatuh?
Balapan di kandang sendiri bukan hanya soal strategi, tapi juga mental. Red Bull sadar betul bahwa hasil buruk di Spielberg bisa memicu krisis lebih dalam. Kemenangan bukan lagi sekadar target ia telah menjadi harga diri yang harus ditebus.
“Balapan di kandang sendiri selalu membawa tekanan ekstra. Tapi di sinilah kami harus membuktikan bahwa Red Bull belum habis,” ujar salah satu staf senior tim. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar







