WARTABANJAR.COM, MAKKAH – Pada 1 Muharram 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh haru dan kekhusyukan. Di Tanah Suci, peristiwa istimewa turut mewarnai awal tahun baru tersebut, yakni prosesi pergantian kiswah Ka’bah yang dilakukan di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Prosesi pergantian kain penutup Ka’bah atau kiswah ini telah menjadi tradisi tahunan yang sarat makna spiritual. Tahun ini, pergantian dilakukan pada hari Rabu pagi, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H atau 26 Juni 2025 M, menjelang waktu salat Subuh.
Kegiatan sakral tersebut dilakukan oleh para petugas khusus dari Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci bekerja sama dengan Pabrik Kiswah Raja Abdul Aziz, tempat di mana kain kiswah dibuat secara eksklusif dengan bahan berkualitas tinggi dan disulam dengan benang emas serta perak.
BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah, Pemerintah Arab Saudi Bakal Ganti Kiswah Kakbah
Detail Kiswah Ka’bah
Kiswah Ka’bah terbuat dari kain sutra hitam seberat sekitar 850 kilogram dan dilapisi bordiran ayat-ayat suci Al-Qur’an. Proses pembuatannya memakan waktu berbulan-bulan dan dikerjakan oleh pengrajin profesional.
Kiswah baru ini terdiri dari empat sisi dan tirai pintu (hijab), yang semuanya diganti dengan penuh kehati-hatian dan keahlian tinggi. Masing-masing sisi kiswah dihiasi dengan sulaman ayat Al-Qur’an menggunakan benang emas murni, menjadikan Ka’bah kembali tampil megah dan berwibawa.
Makna Pergantian Kiswah
Pergantian kiswah tidak sekadar mengganti kain penutup, tetapi juga mengandung makna pembaharuan spiritual bagi umat Islam. Momen ini menjadi simbol kesucian dan awal yang baru dalam perjalanan hidup keimanan, seiring dimulainya tahun hijriah yang baru.
