Frustrasi Tak Digubris Polisi, IRT Korban KDRT Lapor ke Damkar! Netizen: “Damkar Lebih Cepat dari Polisi!”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BEKASI – Drama memilukan menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT) muda berinisial D (26) di Kota Bekasi. Merasa diabaikan oleh pihak kepolisian setelah melaporkan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), ia justru meluapkan frustasinya ke tempat yang tak biasa: petugas pemadam kebakaran (damkar).
Peristiwa ini menjadi sorotan publik usai D mengaku bahwa laporannya ke Polres Metro Bekasi Kota tak kunjung ditindaklanjuti, meski sudah disertai bukti visum dan pelaporan resmi yang ia ajukan sejak Jumat, 20 Juni 2025.
“Setelah visum, belum ada respons lagi. Polisi bilang nanti dikabari, nanti di-WA, tapi sampai sekarang nihil,” ungkap D dengan suara lirih, Selasa (24/6/2025).
BACA JUGA:Eks Finalis MasterChef Malaysia & Eks Suami Divonis 34 Tahun Penjara & Hukum Cambuk atas Pembunuhan TKW
Damkar Jadi Tempat Mencari Keadilan
Putus asa, D nekat mendatangi pos damkar dan mengadukan penderitaannya kepada petugas. Aksi ini viral di media sosial, dan tak pelak menyulut emosi warganet.
Tak lama berselang, barulah Polres Metro Bekasi Kota memberi tanggapan dan mulai menindaklanjuti laporan tersebut. Namun, langkah ini dianggap telat dan muncul setelah tekanan dari publik meningkat.
Netizen Meledak: “#PERCUMALAPORPOLISI”
Tagar #PERCUMALAPORPOLISI kembali menggema di jagat maya. Kolom komentar dipenuhi luapan kekecewaan:
“Damkar langsung gercep, polisi malah mager.”
“Kalau gak viral, gak gerak. Jadi hukum sekarang nunggu like & share?”
“Lebih baik lapor Satpam BCA sekalian.”
“Mau nunggu korban mati dulu baru ditindak?”
Salah satu komentar pedas bahkan menyebut, “Damkar langsung dijadikan ASN aja pak Presiden, kerjanya nyata.”
Kritik Tajam untuk Aparat Penegak Hukum
Kritik keras juga dilontarkan kepada institusi kepolisian, terutama soal prosedur penanganan laporan KDRT. Publik mempertanyakan: Apa dasar hukum polisi boleh menunda laporan yang sudah lengkap visumnya? Banyak yang menilai penundaan tersebut melukai rasa keadilan korban dan berpotensi menciptakan trauma baru.
Harapan untuk Keadilan
Peristiwa ini kembali menjadi cermin buruknya penanganan kasus kekerasan domestik di Indonesia. Masyarakat berharap Presiden, Kapolri, hingga pejabat daerah seperti Wali Kota Bekasi memberikan perhatian serius dan mengapresiasi petugas damkar yang sigap menanggapi keluhan warganya, meski bukan tugas pokok mereka.
“Kalau petugas damkar saja bisa peduli, kenapa yang seharusnya bertugas malah diam?” cetus seorang netizen.(Wartabanjar.com/kompascom/instagram/berbagai sumber)
editor: nur muhammad