Kedua, Liana menggarisbawahi perlunya pemikiran bersama untuk pengembangan jangka panjang Stadion Mandala Krida sebagai salah satu opsi venue, meskipun saat ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ketiga, terkait fasilitas lapangan latihan (training ground), PSIM juga berkomitmen untuk mengembangkan sepak bola usia muda di Kota Yogyakarta dan sekitarnya agar dapat bersaing secara nasional.
Liana juga menyampaikan tantangan yang selama ini dihadapi PSIM adalah lapangan latihan yang kerap berpindah-pindah.
“Saat Liga 2, PSIM sulit sekali mencari lapangan untuk latihan. Satu masalah klasik yang sudah terjadi sejak lama. Akhirnya, kami memutuskan untuk nomaden saja, kami dapat lapangan di mana, kami bayar, kami latihan,” ucap Liana menambahkan.
Terkait home base PSIM di Liga 1 2025/26 nanti, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan dukungannya dan menyarankan agar PSIM menindaklanjuti rekomendasi dari Gubernur DIY.
Sebagai informasi, sebelumnya, dalam pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyetujui penggunaan Stadion Maguwoharjo untuk jangka pendek dan mengalokasikan Stadion Kridosono secara eksklusif sebagai tempat latihan PSIM.(atoe)
Editor Restu







