WARTABANJAR.COM, TEL AVIV – Di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran, Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu dilaporkan meninggalkan negaranya dan melarikan diri ke Yunani. Dugaan ini muncul setelah pesawat kenegaraan “Wing of Zion” terdeteksi mendarat di Athena pada Jumat pagi, 13 Juni 2025. Informasi ini pertama kali dilansir oleh The Jerusalem Post dan diperkuat oleh laporan media internasional lain seperti TRT, yang mengutip sumber diplomatik. Mereka menyebut keberangkatan Netanyahu berkaitan dengan langkah evakuasi keamanan usai rudal Iran menghantam kawasan Tel Aviv. Hingga berita ini diturunkan, Kantor Perdana Menteri Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait lokasi maupun alasan keberangkatan Netanyahu. Namun berbagai sumber menyebut, sang PM tidak lagi berada di wilayah Israel. Diamuk Netizen: “WOY SWIPER, JANGAN LARI!” BACA JUGA: Kabar dugaan pelarian Netanyahu ini langsung memicu kemarahan publik internasional, khususnya netizen. Banyak yang mengecam langkah tersebut sebagai tindakan pengecut dan tidak bertanggung jawab, apalagi mengingat rakyat Israel tengah berada dalam kondisi darurat. Beberapa komentar pedas dari netizen di media sosial di antaranya: “Semoga di mana pun dia berada, nyawanya tetap terancam. Aamiin ya rabb.” “Dia kabur ninggalin rakyatnya, dasar pengecut.” “Kukira baja, rupanya biji…” “Sampe Yunani? Sembelih aja sekalian!” “WOY SWIPER! JANGAN LARI!” “Pemimpin kok main kabur-kaburan… kayak anak TK.” Tak sedikit pula yang menyindir keberadaan Netanyahu sebagai "monyet lepas kandang" hingga menyerukan agar ia “dikandangkan kembali”. Latar Ketegangan Israel–Iran Ketegangan memuncak setelah Iran meluncurkan rudal balistik jarak jauh yang dilaporkan menghantam wilayah Tel Aviv. Ini merupakan respons atas serangkaian serangan Israel sebelumnya di wilayah Suriah dan Lebanon yang turut menewaskan beberapa petinggi Garda Revolusi Iran. Situasi ini menimbulkan kepanikan domestik di Israel, dengan ribuan warga mengungsi ke tempat perlindungan dan fasilitas umum ditutup. Dalam kondisi seperti ini, kabar dugaan pelarian Netanyahu tentu memperkeruh sentimen publik terhadap pemerintahannya.(Wartabanjar.com/sahabatsurga/berbagai sumber) editor: nur muhammad